Menanam Sansevieria di Dalam Rumah

0
1306
Sansevieria Lidah Mertua Indoor

Tanaman Sansevieria sering disebut sebagai tanaman Lidah Mertua. Orang luar negeri juga menyebutnya sebagai Snake Plant. Tanaman ini berasal dari Afrika dan Asia Selatan. Ada sekitar 70 jenis Sansevieria. Yang paling populer di Indonesia adalah Sansevieria trifasciata dan Sansevieria hyacinthoides.

Tanaman dengan daun menjulur panjang hijau kekuning-kuningan ke atas ini merupakan tanaman wajib yang hampir ditanam di setiap rumah. Mengapa?

Walaupun terlihat sepele, tanaman ini sangat dahsyat. Berikut adalah manfaat menanam Sansevieria.

  • Pada siang hari, tanaman ini berfotosintesis seperti tanaman lainnya. Karena melakukan fotosintesis, maka terdapat oksigen yang keluar dari tanaman ini dong.
  • Pada malam hari, daun Sanseviera menyerap karbondioksida (CO2). Proses ini dinamakan Crassulacean acid metabolism (CAM photosynthesis).
  • Walaupun masih dalam perdebatan, konon proses CAM photosynthesis yang dilakukan tanaman ini juga mengeluarkan oksigen (O2) pada malam hari, berkebalikan dengan tanaman pada umumnya. Lumayan menambah pasokan oksigen di dalam rumah.
  • Sansevieria menyerap racun yang berasal dari sejenis formaldehyde, xylene dan toluene. Racun ini biasanya berasal dari zat kimia dari
  • Menurut fengshui, Sansevieria juga mengeluarkan hawa chi yang mempunyai dampak positif terhadap pemilik rumah.
  • Dari segi estetika, daun yang menjulur panjang ke atas akan menjadi ornamen yang eksotis di dalam rumah.

Tanaman Lidah Mertua ini sangat bandel, bisa ditaruh di luar ruangan, ataupun bisa ditaruh di dalam ruangan. Buat yang sangat sibuk dan ingin tetap ada pemandangan hijau dedaunan, Sansevieria adalah pilihan yang tepat.

Walaupun Sansivieria dapat ditanam di dalam ruangan, namun tanaman ini tidak murni indoor. Beberapa bulan lalu, saya melakukan percobaan seperti ini:

  • Satu tanaman saya taruh di ruangan tanpa cahaya matahari sama sekali. Beberapa bulan kemudian, daun Sansevieria mengering. Padahal saya beri pupuk dan air secukupnya. Kemudian saya keluarkan tanaman layu ini ke luar ruangan dan mendapat sinar matahari tidak langsung. Beberapa minggu kemudian, muncul tunas-tunas kecil sebagai pengganti daun-daun yang kering tadi.
  • Satu tanaman saya taruh di dekat jendela, jadi mendapat sedikit sinar matahari yang masuk melalui jendela. Tanaman ini pun tumbuh normal.
  • Satu tanaman saya taruh di luar rumah dengan mendapat sinar matahari tidak langsung. Tanaman ini tumbuh subur dan tumbuh pula tunas-tunas kecil.
Baca juga  5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Membeli Rumah

Jadi, dapat saya simpulkan bahwa walaupun tanaman Sansivieria dapat ditanam di dalam ruangan, tanaman ini harus tetap mendapatkan sinar matahari walaupun tidak secara langsung.

Cara merawat Sansivieria:

1. Media tanam adalah sesuatu yang gembur yang tidak mengikat air karena tanaman ini tidak membutuh banyak air. Hindari tanah lempung.

2. Penyiraman dilakukan 1-2 minggu sekali. Buat yang sangat sibuk dan ingin tetap ada pemandangan hijau dedaunan, Sansevieria adalah pilihan yang tepat.

3. Pastikan untuk meletakkan Sansiviera dekat dengan sinar matahari. Jika memang di ruangan tidak terdapat sinar matahari masuk, seminggu sekali keluarkan tanaman Sansiviera tersebut di luar rumah/dekat jendela agar dapat merasakan sentuhan sinar matahari walaupun tidak secara langsung.

Tak banyak yang bisa dibahas mengenai tanaman ini karena memang sangat mudah perawatannya. Hanya perlu media tanam, dekatkan dengan sumber matahari, dan lakukan penyiraman sebulan dua kali. Maka, tanaman akan tumbuh dengan baik.

LEAVE A REPLY