5 Kesalahan Fatal dalam Menanam Tanaman Hias

0
1759
Akar Anggrek Bulan
Akar Anggrek Bulan membusuk karena terlalu banyak diberi pupuk

Menanam suatu tanaman itu gampang-gampang susah. Bersyukurlah kita yang tinggal di negara tropis, karena banyak pilihan tanaman yang dapat kita pilih untuk menghias rumah. Walaupun iklim tropis memberikan banyak manfaat bagi para pencinta tanaman hias, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dihindari dalam menanam tanaman di sekitar rumah kita.

5. Memaksakan lokasi

Tanaman di dataran tinggi di tanam di dataran rendah atau sebaliknya. Tanaman tropis ditanam di negara empat musim atau sebaliknya. Dan sebagainya. Masing-masing tanaman telah mengalami evolusi lama untuk beradaptasi di suatu lingkungan tertentu. Saya pernah membaca betapa frustasinya orang luar negeri menanam palem merah. Padahal, di Indonesia dengan sangat mudah menanam tanaman tersebut. Atau kasus lain yaitu tanaman Sakura/Cherry Blossom dan bunga Tulip yang jarang kita temui di Indonesia karena memang mempunyai kondisi lingkungan yang berbeda dengan kondisi lingkungan di negara empat musim sana.

4. Media tanam

Sebenarnya tanaman tak begitu rewel dengan media tanam, kecuali tanaman karnivora. Namun, pemilihan media tanam yang tidak tepat akan membuat tanaman susah berkembang. Beberapa tanaman menyukai media pasir, beberapa tanaman menyukai media kompos, beberapa tanaman bahkan tidak membutuhkan tanah yang subur, Beberapa tanaman membutuhkan media yang longgar supaya air dapat mengalir dengan mudah dan genangan pun dapat dihindari. dan lain sebagainya. Pastikan mengenali media tanam yang cocok untuk tanaman tertentu.

3. Terlalu kurang atau terlalu banyak air

Masing-masing tanaman mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dalam kebutuhannya akan air. Beberapa tanaman membutuhkan banyak air, misalnya teratai, calla lily, dan sebagainya. Beberapa tanaman tidak suka air terlalu banyak tapi tidak suka terlalu kering, pokoknya harus lembab, misalnya Anggrek Bulan. Beberapa tanaman tidak menyukai banyak air, misalnya Sansevieria. Beberapa tanaman membutuhkan air murni yg tidak banyak mengandung mineral, misalnya tanaman karnivora. Nah, untuk mengetahui kebutuhan air, kita harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik tanaman tersebut. Jika kita gagal mengenali karakteristik tanaman terkait dengan kebutuhan air ini, bisa-bisa tanaman akan mati.

Baca juga  Contoh Menghitung KPR

2. Kurang Cahaya

Banyak artikel yang memuat tentang jenis tanaman indoor atau yang cocok ditanam di dalam ruangan. Tanaman tersebut antara lain Sansevieria/Lidah Mertua, Peace Lily, Sirih Gading, dan sebagainya.

Ternyata, walaupun berada di dalam ruangan, mereka tetap membutuhkan cahaya matahari yang cukup. Tidak perlu memberikan cahaya matahari secara langsung ke tanaman indoor ini karena akan membuatnya mati, namun dengan cara menaruhnya di bawah naungan atap dengan sinar matahari tidak langsung. Di teras rumah yang terlindung atap/kanopi misalnya.

Saya pernah menanam Sanseviera di dalam kamar. Saya pikir, cahaya dari lampu kamar cukup menggantikan cahaya matahari. Ternyata tidak. Beberapa lama kemudiam tanaman Sanseviera tersebut mengering dan hampir mati. Kemudian saya pindahkan tanaman itu ke teras rumah. Apa yang terjadi? Tanaman saya kembali hidup dan beranak pinak!

1. Terlalu Banyak Memberi Pupuk

Kita mungkin berpikir bahwa dengan memberi pupuk berarti tanaman akan subur dan ‘gemuk’. Hal ini adalah salah kaprah dan akan berakibat sebaliknya: tanaman akan mati!

Saya sudah berkali-kali menanam tanaman dan memberinya pupuk dengan dosis yang berlebihan. Akibatnya: akar tanaman membusuk kemudian beberapa hari kemudian tanaman akan mati.

Nah, perhatikan betul cara menanam suatu tanaman sebelum membelinya. Masing-masing tanaman memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Jangan sampai karena terlalu berlebihan dalam merawat tanaman tersebut akan mengakibatkan tanaman justru cepat mati.

LEAVE A REPLY