Perbandingan KPR

2
718
KPR

KPR

Ketika ingin membeli rumah, kita selalu dibingungkan oleh pembiayaannya. Jarang sekali kita mempunyai uang yang cukup untuk membayar rumah secara tunai karena harga rumah yang sangat mahal. Akhirnya, banyak yang ‘terjerumus’ ke dalam mekanisme kredit rumah yang dinamakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Karena kita akan ‘terikat’ oleh utang selama belasan tahun, kita pun harus bijak dalam memilih bank dalam pembiayaan rumahnya. Banyak sekali pilihan bank yang bisa membantu kita dalam hal pembiayaan rumah. Tentu saja kita akan memilih angsuran per bulannya yang paling murah dan plafon pinjaman yang diberikan besar. Percayalah, kita akan makin dipusingkan lagi dalam memilih bank yang akan menjadi mitra pinjaman kita karena terlalu banyak pilihan dan pertimbangan.

Memilih KPR hampir sama dengan memilih jodoh. Mencari yang sempurna itu susah. Ketika sudah mendapat jodoh yang sempurna, kita terlanjur menjadi tua. Ketika kita mencari KPR yang paling sempurna, harga rumah sudah melejit tak terjangkau. Sebelum memutuskan memilih KPR mana yang paling bagus, kita bandingkan terlebih dahulu yuk.

1. KPR bunga mengambang (floating) dan KPR cicilan tetap (flat).

Keuntungan KPR bunga mengambang. Cicilan lebih rendah. Jika suku bunga turun, nilai cicilan juga ikut turun. Kekurangannya, jika suku bunga naik, cicilan pun ikut naik. Beberapa hari lalu teman saya bercerita bahwa cicilan rumahnya tahun ini melonjak Rp700.000 dibanding tahun lalu. Beberapa tahun yang lalu teman saya yang lain pernah bercerita bahwa dia akan menjual rumahnya karena tak sanggup membiayai cicilan rumah yang membengkak hingga jutaan karena kenaikan suku bunga. Siapkah hidup deg-degan dan bergejolak seperti ini?

KPR cicilan tetap. KPR ini biasanya berlaku di bank syariah. Keuntungannya, dari sejak awal hingga akhir pinjaman, kita sudah tahu jumlah pinjaman kita. Kita tidak perlu was-was dengan kenaikan suku bunga. Kekurangannya, angsuran yang dibayar biasanya jauh lebih mahal ratusan ribu hingga jutaan per bulan. Wajar sih karena kita ‘membayar’ risiko yang ditanggung oleh bank.

Baca juga  5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Membeli Rumah

Bank konvensional biasanya juga memberi bunga tetap, namun hanya dibatasi hingga 1 sampai 5 tahun saja. Di tahun ke-6 dan seterusnya, biasanya akan berlaku bunga mengambang.

2. Perbandingan KPR beberapa bank

Contoh perhitungan KPR (dapat berubah sewaktu-waktu. Klik link masing-masing bank untuk memperoleh informasi terbaru mengenai KPR):

Harga rumah: Rp500.000.000

Uang muka yang harus disiapkan: Rp 150.000.000 (Biasanya bank mensyaratkan uang muka/DP sebesar 20-30% dari harga rumah dibayar oleh pembeli rumah)

1. BNI Syariah

Angsuran/bulan: Rp4.721.111

Gaji per bulan minimal: Rp. 11.802.778

Pertanyaannya, gajimu sampai segitu? Apakah mampu membayar sejumlah cicilan tersebut?

2. BRI Syariah

Angsuran/bulan: Rp 5.423.767

BRI Syariah lebih mahal cicilannya. Namun, pengalaman menyebutkan bahwa gaji perbulan yang disyaratkan lebih manusiawi, kita bisa mengambil plafon pinjaman yang lebih besar.

3. BCA

Bunga tetap maksimal selama 5 tahun, setelah itu berlaku bunga mengambang.

Pendapatan minimal: 3 juta

4. Bank Mandiri

Jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun. Bunga flat beberapa tahun pertama dan mengambamg di tahun berikutnya sampai lunas.

5. BCA Syariah

Angsuran/bulan: Rp 5.140.452

6. Bank BTN

Angsuran/bulan: Rp 3.747.600

Kata orang-orang sih, cicilan BTN ini paling murah, tapi cuma murah di awal saja, cicilan selanjutnya… silakan mencicil hehehe

7. Bank BNI

Angsuran/bulan: Rp3.549.933

Penghasilan per bulan minimal: Rp 8.874.833

Jika saya simpulkan, sebenarnya hampir semua bank sama saja. Intinya mengalihkan risiko pinjaman kepada si peminjam. Jika angsuran KPR nya murah, syaratnya sangat banyak dan ribet. Ujung-ujungnya plafon pinjaman yang diberikan hanya kecil, jauh dari harga rumah. Jika plafon yang diberikan besar, biasanya angsuran per bulan juga lebih mahal. Jika memilih bunga tetap, maka angsuran pun menjadi tetap, tidak was-was jika terjadi kenaikan suku bunga. Konsekuensinya, angsuran per bulan menjadi lebih mahal. Jika memilih suku bunga mengambang, angsuran awal biasanya lebih kecil, setelah itu siap-siap saja menyediakan dana cadangan jika terjadi kenaikan suku bunga KPR.

Baca juga  Contoh Menghitung KPR

Saran saya, realistis saja. Ukur sesuai kemampuan penghasilan kita per bulan. Memilih yang paling murah belum tentu yang paling bagus. Pilih yang memberikan plafon pinjaman terbesar dengan angsuran yang wajar, karena dengan plafon pinjaman yang besar tentu saja membuat kita lebih fleksibel memilih rumah yang kita inginkan. Saya sering mendengar orang yang gagal mendapatkan rumah idaman karena plafon pinjaman yang diberikan bank kecil sehingga uang yang digunakan untuk membayar rumah tidak cukup.

Jika kamu tipe orang yang suka tantangan, bunga mengambang (biasanya di bank konvensional) sangat cocok untukmu. Kamu akan membayar angsuran yang kecil jika suku bunga rendah, dan berani menerima tantangan jika suku bunga naik yang menyebabkan angsuran rumah juga ikut naik. Jika kamu ingin hidup tenang tanpa rasa kawatir terjadi kenaikan suku bunga, pinjaman dengan angsuran tetap (biasanya bank syariah) lebih cocok untukmu. Choose wisely.

2 COMMENTS

  1. Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    DP murah, KPR mudah, atau Rumah murah, asri, dan bersih memang lebih banyak diminati oleh calon pembeli rumah.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

LEAVE A REPLY