Contoh Menghitung KPR

0
370
Contoh Perhitungan KPR

Contoh Perhitungan KPR

Setelah membandingkan perhitungan KPR dari beberapa bank, tentu saja kita akan memilih salah satu pembiayaan dari bank tersebut untuk mendanai rumah kita. Kali ini, saya ambil contoh perhitungan KPR dari salah satu bank syariah ya.

Harga rumah: Rp.625.000.000

Plafon pinjaman maksimal yang bisa diberikan oleh bank: Rp500.000.000

Yang harus dibayar sendiri oleh pembeli: Rp125.000.000

Jadi, sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu mempunyai tabungan di atas Rp125juta. Kok di atas 125 juta? Bukannya cukup Rp125juta saja? Tunggu, nanti saya jelaskan.

Nilai uang yang harus dibayar sendiri ini bisa bervariasi tergantung bank. Biasanya, kita harus membayar sendiri 20-30% dari harga rumah. Istilah populernya adalah kita membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 20% sampai 30% dari harga rumah. Boleh lebih, tapi jarang sekali boleh kurang. Untuk contoh di artikel ini kita ambil contoh rumah dengan harga Rp625.000.000, uang yang harus kita siapkan untuk membayar uang muka rumah adalah Rp 125.000.000. Kira-kira ada biaya-biaya apa saja setelah KPR disetujui?

Misalnya bank menyetujui pinjaman untuk rumah sebesar Rp500.000.000. Biaya setelah penjanjian (akad) jual beli rumah ini ternyata sangat besar. Saya ulangi, sangat besar. Maka di awal saya sudah sebutkan bahwa jangan hanya menyiapkan uang untuk DP saja, kamu juga harus menyiapkan uang untuk biaya KPR. Biaya-biaya apa sajakah yang terjadi selama pembayaran KPR ini?

Masih dengan contoh nilai pinjaman sebesar Rp500.000.000 untuk pembiayaan rumah melalui salah satu bank syariah, berikut ini adalah biaya-biaya yang harus kita siapkan:

1. Biaya Bank

  • Biaya Administrasi: Rp5.000.000
  • Biaya Apraisal: Rp200.000
  • Biaya asuransi jiwa dan kebakaran: Rp5.500.000
  • Angsuran pertama: Rp 7.049.000 (cicilan rumah yang harus kita bayarkan ini sangat bervariasi, biasanya bank hanya menyetujui angsuran ini sebesar 30% dari penghasilan bulanan kita. Jadi, jika penghasilanmu Rp 10.000.000/bulan, maka kemungkinan cicilan per bulan yang disetujui hanya sekitar Rp3-4juta/bulan).
Baca juga  5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Membeli Rumah

2. Biaya Notaris

  • Cetak sertifikat dan ploting: Rp 1.000.000
  • Pajak Pembeli (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan/BPHTB): Rp9.500.000 (nilainya bervariasi tergantung Nilai Jual Obyek Pajak)
  • Konfirmasi validasi pajak penjual dan pembeli dan pengecekan pajak: Rp750.000
  • Akta Jual Beli: Rp3.500.000
  • Bea Balik Nama + PNBP + Zona Nilai Tanah: Rp 4.500.000
  • Akta perjanjian pembiayaan + wakalah: Rp1.000.000
  • Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT): Rp300.000
  • Akte Pemberian Hak Tanggungan (APHT) + Pendaftaran Hak Tanggungan: Rp 7.000.000
  • PNBP HT: Rp250.000

3. Biaya lain-lain (opsional)

  • Tips ke penilai rumah (apraisal): Rp500.000 – Rp1.000.000

Tuh kan, banyak banget uang yang harus disiapkan kalau mau mengambil KPR bank. Ringkasnya seperti ini:

Harga rumah: Rp625.000.000

Uang yang harus disiapkan untuk uang muka, biaya KPR, dan biaya lain: Rp172.000.000

LEAVE A REPLY