“Buruan Pesan Unit Rumah, Senin Harga Sudah Naik” adalah bukan Hoax!

0
684
Hari Senin Harga Rumah Sudah Naik

Hari Senin Harga Rumah Sudah Naik

“Buruan pesan unitnya, Hari Senin harga sudah naik” demikian ungkap Feni Rose dalam sebuah iklan properti di media massa. Ungkapan ini pun menjadi bahan tertawaan, cibiran, dan guyon di kalangan masyarakat karena mereka menganggap jualannya basi banget! Mana mungkin harga properti naik secepat itu?

Setelah saya membeli sebuah rumah dan mengantarkan teman saya membeli rumah, ungkapan Feni Rose tersebut tidak ada salahnya. Waktu itu saya menelpon seorang marketing penjualan rumah untuk melihat langsung rumah yang diiklankan melalui media online. Harga rumahnya Rp500.000.000, dua lantai, lokasi dekat dengan stasiun kereta. Murah sekali  menurut saya. Setelah saya melihat langsung di lokasi, hanya ada beberapa rumah saja yang telah selesai dibangun. Sisanya masih dalam bentuk kavling tanah. Mengapa saya tidak jadi membeli rumah tersebut? Satu alasannya karena perumahannya persis di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)!

Setahun saya mencari rumah dengan santainya. Buka iklan, tidak tertarik, tutup lagi. Hari demi hari selalu begitu. Suatu ketika, muncul sebuah iklan yang sangat familiar sekali. Hey, ini kan rumah yang berada di bawah SUTET itu. Kemudian saya cek harga rumahnya Rp595.000.000. Wow, hanya dalam setahun harga rumah tersebut naik Rp95juta! Padahal perumahannya di bawah SUTET lho yang banyak dihindari orang.

Suatu hari, saya mengunjungi sebuah cluster perumahan yang lain.

“Hey mas, apa kabar?” teriak seseorang dari ruang marketing perumahan tersebut.

“Baik mas. Ini nih, saya mau melihat-lihat lagi cluster perumahan mas.”

Beberapa waktu sebelumnya saya sudah mengunjungi cluster perumahan tersebut, namun masih belum tertarik mengambil unit rumahnya. Sekarang saya kembali lagi ke sana karena iseng ingin melihat perkembangan perumahannya.

Baca juga  10 Hal tentang Snapchat yang Perlu Kamu Tahu

“Gimana mas, jadi mau ambil rumahnya? Mau unit yang mana? Tapi mohon maaf sekali, pricelist harga rumahnya sudah diganti yang baru”

Kemudian saya lihat pricelist harga rumah yang baru dengan pricelit harga yang lama. Gila, naik 10-20juta!

“Lah, kok harganya naik mas?” tanya saya.

“Iya mas, pricelist yang saya kasih kemarin sudah tidak berlaku lagi. Saran saya sih, kalau mas memang tertarik, mending bayar DP dulu saja. Kawatirnya, nanti harga rumah berubah lagi.”

“Oh, iya mas. Nanti kalau saya jadi mau ambil, saya akan kirim Whatsapp ke nomer mas.” Padahal semenjak saat itu saya tidak kirim pesan Whatsapp ke nomer dia lagi hahaha.

Suatu hari, saya mengunjungi sebuah perumahan di Serpong. Harga rumah yang ditawarkan di cluster terbaru adalah Rp500.000.000. Kemudian saya melihat track record pengembang perumahannya melalui Google. Ternyata, pengembangnya sudah pernah membuat cluster perumahan di lokasi yang sama dengan tipe rumah yang sama persis! Kemudian saya lihat harga rumah di cluster yang lama. Berapa harganya? Rp488.000.000 saja.

Di lokasi yang sama, tipe rumah yang sama, hanya dalam waktu 4 bulan harga rumahnya naik dari Rp488.000.000 menjadi Rp500.000.000. Wow!

Beberapa minggu lalu saya mengantarkan teman saya mencari rumah. Rumah dengan luas tanah 75m2 dengan luas bangunan… (Maaf saya lupa luas bangunannya hehehe) dengan harga Rp575.000.000. Beberapa hari kemudian, saya kembali mengantarkan teman saya yang lain ke perumahan yang sama.

“Mau ambil unit yang mana mas? Ini pricelist harga rumahnya.”

“Loh, ini kok beda dengan pricelist yang kemarin?”

“Iya mas, ini pricelist terbarunya.”

Jadi pemirsa p e pe m ir mir s a sa, harga rumah dengan luas tanah 73m2 harganya Rp599.000.000. Bandingkan dengan harga rumah yang luas tanahnya 75m2 dengan harga Rp575.000.000 tadi. Di dalam pricelist yang baru, luas tanah yang lebih kecil mempunyai harga yang lebih mahal dibanding rumah yang lebih luas di pricelist lama. Padahal luas bangunannya sama lho. Dalam hitungan minggu, harga rumah sudah naik secara ghoib!

Baca juga  5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Membeli Rumah

“Pak, kok harganya naik banyak banget sih?”

“Iya mas, biasanya kita diberi target. Jika rumah laku 4 unit, maka pricelist harga rumahnya akan di-update dan biasanya harganya sudah naik lagi”

Hmm… Jadi sudah tahu kan mengapa harga rumah cepat sekali naiknya? Karena setiap penjualan memenuhi target, harga rumah juga dinaikkan.

Masih mau menertawakan Feni Rose? Cobalah kamu terjun ke jual beli rumah dan buktikan sendiri omongan Feni Rose.

SHARE
Previous articleContoh Menghitung KPR
Next articleKolam Renang Talavera

LEAVE A REPLY