Menanam Amaryllis/Hippeastrum

0
1322
Amaryllis Hippeastrum
Amaryllis Hippeastrum (sementara tanaman saya belum berbunga, kita pinjam dulu foto dari Wikipedia hehehe)

Pernah melihat ladang bunga di daerah Gunung Kidul yang di rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab? Ya, nama bunga tersebut adalah Amaryllis.

Taman Amaryllis Gunung Kidul Jogja Rusak
Sumber foto: http://liputan6.com

Ada banyak jenis bunga Amaryllis: Merah, Snowflake, Ringgo, Oranye, Putih, dan lain sebagainya. Tanaman Amaryllis sebenarnya berasal dari Afrika bagian selatan. Contoh yang paling terkenal adalah Amaryllis Belladona. Sedangkan tanaman jenis lain (seperti contoh Amaryllis yang di rusak di atas) sebenarnya bernama Hippeastrum yang dijual dengan nama ‘Amaryllis’. Justru Hippeastrum inilah yang lebih populer di pasaran dibanding Amaryllis yang asli.

Tanaman Amaryllis biasanya dijual dalam bentuk tanaman yang sudah ada daunnya, maupun hanya dijual umbinya saja. Saya membeli umbi tanaman Amaryllis melalui penjual online. Sesampainya di rumah saya, umbi ini tampak kering dan kurang segar. Sisa-sisa daunnya pun layu. Maklum sih, proses pengiriman membutuhkan waktu beberapa hari dan kondisi yang pengap mungkin selama pengiriman membuat tanaman ini kurang segar.

Banyak artikel yang saya baca menyarankan agar menyimpan umbi ini di dalam kulkas/lemari es selama 3 minggu. Namun, saya tidak sabar ingin segera menanam umbi Amaryllis. Saya pun hanya menyimpan umbi dalam kulkas selama 2 malam. Hehehe…

Sebelum dimasukkan ke kulkas, saya bersihkan terlebih dahulu umbi Amaryllis untuk menghilangkan kuman dan kotoran. Kemudian baru saya masukkan ke dalam lemari es. Setelah berada di dalam lemari es selama dua hari, umbi Amaryllis tampak sangat segar, jauh berbeda dengan pertama kali datang dari pengiriman. Karena wujud umbi menjadi segar inilah yang membuat saya bernafsu ingin segera menanamnya.

Amaryllis Hippeastrum
Umbi Amaryllis/Hippeastrum yang disimpan di kulkas beberapa hari berubah menjadi segar. Membuat tidak tahan untuk segera menanamnya hehehe

Cara Menanam Amaryllis

Media tanam Amaryllis adalah media yang tidak menyimpan air karena tanaman ini kurang suka banyak air. Maka, saya pun mencampur pupuk kandang, pupuk kompos, dan media gembur lainnya. Yang jelas, sebaiknya menghindari media yang dapat mengikat air seperti tanah lempung karena konon dapat membuat umbi membusuk.

Baca juga  Susahnya Menanam Anggrek Bulan

Oh ya, di sekitar umbi (sekitar 10 cm dari umbi), saya berikan pupuk urea. Saya hanya mencoba-coba saja memberikan pupuk urea ini karena ingin mengetes hasilnya. Manfaat pupuk urea adalah merangsang pertumbuhan daun. Karena tanaman Amaryllis hanya muncul daun dari umbinya, saya pikir pupuk ini dapat mempercepat pertumbuhan daun Amaryllis.

Kemudian saya keluarkan umbi Amaryllis dan menanamnya di halaman rumah (catat: tanggal 13 Mei adalah tanggal penanaman umbi). Menurut beberapa artikel yang saya baca, umbi ini jangan ditimbun semua ke dalam tanah, namun hanya setengah umbinya saja yang ditanam, sedangkan setengah bagian umbi lainnya nongol di luar tanah.

Tak disangka, Amaryllis termasuk tanaman yang cepat sekali tumbuh. Dari empat umbi yang saya tanam, tiga di antara nya tumbuh daun hanya dalam hitungan beberapa hari saja!

Amaryllis Hippeastrum
Amaryllis/Hippeastrum usia seminggu.

Satu umbinya lagi membusuk bagian atasnya. Kemudian sayapun mencabut umbi tersebut dari tanah dengan maksud membuangnya ke tempat sampah. Lagi-lagi saya sangat terkejut! Walaupun bagian atas busuk, ternyata bagian bawah umbi tumbuh akar lumayan banyak! Wow. Umbi busuk tersebut tidak jadi saya buang, namun saya tanam kembali.

Beberapa hari kemudian, keadaan umbi busuk masih tidak berubah. Ditambah dengan putih-putih semacam jamur. Karena di bagian bawah umbi sudah tumbuh akar, saya optmis saja dengan umbi busuk ini. Beberapa hari kemudian, mulai tampak bagian umbi yang berwarna hijau. Bukan daun sih, saya mengira ini bagian umbi yang sehat dan akan memunculkan daun-daun Amaryllis.

Apa kabar dengan 3 umbi lainnya? Tiga umbi lainnya sudah tumbuh daun-daun mungil di atasnya.

Namun, daun Amaryllis ini panjang dan lembek. Sehingga perlu perhatian ekstra untuk merawatnya agar daunnya tidak terkapar di tanah. Walaupun cepat tumbuh daun dari umbi, namun pertumbuhan daunnya sangat lama! Dalam waktu sebulan, daun Amaryllis hanya tumbuh segini saja.

Baca juga  5 Kesalahan Fatal dalam Menanam Tanaman Hias
Amaryllis Hippeastrum
Amaryllis/Hippeastrum usia sebulan. Daunnya panjang dan lembek. Jadi harus ekstra hati-hati merawatnya.

 Kita tunggu perkembangan tanaman ini kapan berbunga ya… Kalau berhasil… Hehehe

LEAVE A REPLY