Susahnya Menanam Anggrek Bulan

0
2148

Saya membeli anggrek bulan dalam keadaan berbunga beberapa kuntum di pusat tanaman hias BSD. Di tangkai tempat bunga tumbuh, juga terdapat 3 kuncup bunga yang siap berbunga. Bunganya tampak begitu besar daunnya pun juga tampak begitu sehat. Sesampainya di rumah, tanaman Anggrek saya pindahkan ke pot yang lebih bagus. Kondisi akarnya masih bagus dan tampak kokoh. Semuanya tampak baik-baik saja.

Anggrek Bulan
Anggrek Bulan saya tampak sempurna sekali awal saya beli: daun banyak dan sehat, bunga segar dan besar-besar

Semua saran saya lakukan untuk merawat tanaman anggrek di dalam rumah. Saya letakkan tanaman anggrek bulan di dalam rumah karena berdasarkan informasi yang saya baca, Anggrek bulan termasuk tanaman yang tidak menyukai sinar matahari secara langsung. Kebutuhan sinar matahari yang hanya 20-30% pun saya terapkan ke tanaman saya ini.

Saya menggunakan sphagnum moss sebagai media tanam. Media ini sangat bagus sekali menjaga kelembaban akar tanaman. Saya semprot setiap pagi dan sore untuk melembabkan daun dan  akar.

Beberapa hari kemudian kuncup bunga mengembang, namun tidak sebesar bunga yang sudah mekar yang sudah ada sejak awal saya beli dari penjual. Akhirnya saya pun dengan rajin memupuk anggrek bulan tersebut dengan menggunakan pupuk NPK yang disemprotkan ke daun. Hasilnya sama saja. Kuncup bunga hanya menghasilkan bunga dalam ukuran mini.

Saya pun berinisiatif memberi pupuk NPK ke akar tanaman. Tidak saya siram secara langsung, melainkan saya siram ke media tanaman. Keesokan harinya, bunga anggrek bulan tersebut layu kemudian mati semua! Seharusnya bunga anggrek bulan dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Kemudian saya angkat tanaman anggrek bulan tersebut untuk membersihkan media tanam dengan air bersih supaya sisa-sisa pupuk hilang. Sungguh tak saya sangka, akar tanaman anggrek tersebut ternyata telah membusuk dan berwarna kuning kecoklatan. Sungguh berbeda dengan saat pertama kali saya beli: hijau dan kokoh.

Baca juga  5 Kesalahan Fatal dalam Menanam Tanaman Hias
Akar Anggrek Bulan
Akar Anggrek Bulan membusuk karena terlalu banyak diberi pupuk

Pelajaran yang dapat dipetik di sini: Jangan memberi Pupuk NPK yang disiram ke akar dalam jumlah berlebihan karena akar tanaman Anggrek Bulan akan terbakar dan mati!

Blunder saya belum sampai di sini. Saya letakkan tanaman saya di dekat jendela dengan maksud supaya tanaman anggrek dapat melakukan fotosintesis secara sempurna. Harapan saya, tanaman saya kembali sehat dan mempunyai akar yang kuat.

Awalnya, saya tidak melakukan anjuran untuk meletakkan anggrek di dekat jendela. Padahal, menurut informasi yang saya baca, sebaiknya tanaman anggrek diletakkan di dekat dengan jendela untuk mendapat sinar matahari dengan intensitas 20-30%. Apa yang terjadi? Beberapa hari kemudian, giliran daun anggrek yang menguning dan rontok!

Akhirnya saya pindahkan lagi tanaman anggrek bulan saya ke tempat semula yang lebih sejuk, namun masih mendapat sinar matahai langsung. Sekarang di atasnya saya pasang lampu grow light untuk membantu tanaman tersebut berfotosintesis.

Semua tips menanam anggrek bulan sudah saya baca dan saya praktikkan. Namun, kurang berhasil. Dari awalnya tanaman anggrek bulan saya mempunyai 8 helai daun dan beberapa bunga, kini tanaman anggrek bulan saya hanya mempunyai 3 lembar daun, tanpa bunga, dan sisa-sisa akar yang masih hidup. Semoga masih dapat bertahan hidup dan kelak menghasilkan bunga dengan kuntum yang besar-besar. Amin.

LEAVE A REPLY