Habis Minyak, Sepah Dibuang

0
534
Tambang Minyak

Sebut saja Paiman, nama sebuah negara besar yg tipikal rakyatnya agak menjaga jarak dgn orang lain. Individualis memang, namun bukan berarti mereka egois. Mereka hanya perlu sedikit jeda jarak dengan orang lain agar privacy-nya terjaga.

Karena tipikal seperti ini, transportasi umum di negara Paiman kurang maju. Hampir semua orang lebih senang menggunakan mobil pribadi supaya privacy terjaga dan dapat menjaga  jarak dengan orang lain.

Harga mobil sangat murah di negara Paiman. Hampir semua orang mampu membeli mobil. Dari mulai penduduk kota sampai penduduk desa, hampir semua orang memiliki mobil. Dari sini dapat kita lihat bahwa mobil adalah kebutuhan pokok, bukan menjadi barang mewah lagi.

Pemerintah negara Paiman benar-benar mengerti kebutuhan warganya akan mobilitas dan privacy ini. Jalan raya dan tata kota dibuat sangat bagus sehingga yg namanya macet itu hanya sekedar mimpi buruk yg jarang terjadi. Aturan berkendara  juga ditegakkan. Dengan demikian, orang dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Di sinilah cerita itu dimulai. Jumlah penduduk negara Paiman sangatlah besar. Kebutuhan akan minyak sebagai bahan bakar kendaraan pun juga menjadi sangat besar. Selain memikirkan kebutuhan minyak untuk tahun sekarang, pemerintah juga memikirkan kebutuhan minyak beberapa tahun ke depan.

Negara Paiman sendiri tak punya banyak cadangan minyak. Maka dia mencari negara sahabat yang dapat menjamin suplai minyak ke negaranya. Negara tersebut tentunya akan dijanjikan insentif sebagai sebuah imbal balik: sebuah keamanan bagi negara dan pundi-pundi emas bagi petinggi-petinggi pemerintah negara sahabat yang cenderung korup.

Tanpa minyak, perekonomian negara Paiman akan mati. Teknologi mobil tanpa minyak sebenarnya sudah diciptakan, namun belum bisa menggantikan mobil dengan bahan bakar minyak. Segala cara harus dijalankan agar rakyatnya dapat menikmati minyak dari negara-negara penghasil minyak. Daripada negaranya mati, lebih baik Paiman mematikan negara-negara lain dan mengambil minyaknya.

Skenario itu pun dimulai. Bagaimana caranya supaya sekali hajar, banyak negara terlampaui, dan minyak siap dipanen. Negara yang membangkang, akan dibantai. Negara yang nurut, juga harus dihajar namun hanya dilemahkan saja jangan sampai dihancurkan.

Dipilihlah wilayah Timbul Tenggelam yang kaya akan minyak. Wilayah Timbul Tenggelam terdiri dari berbagai negara penghasil minyak. Negara yang mau diajak bekerja sama akan diperkecualikan terlebih dahulu dalam pencarian minyak ini karena sudah terjadi perjanjian kerjasama. Sedangkan negara yang membangkang akan menjadi target utama.

Strategi lama namun sangat ampuh harus dijalankan, yaitu devide et Impera. Daripada tangan saya bersimbah darah, lebih baik mereka yang saling membunuh sendiri. Bukan saya yang menghancurkan negara tersebut, namun biarlah negara tersebut hancur dengan sendirinya atau auto selfdestruction.

Auto selfdestruction dapat dilakukan jika ada dua atau lebih kekuatan yang dapat saling menghancurkan satu dengan yang lainnya. Masyarakat di wilayah Timbul Tenggelam cenderung homogen, dari agama, bahasa, dan suku yang mendiami wilayah tersebut. Akan sangat sulit mengadu domba rakyat di wilayah ini. Namun, Paiman memang terkenal sangat cerdas mengatasi masalah yang belum pernah terpikirkan oleh negara lain.

Baca juga  Mbok Ginem Ingkar Janji

Ada satu hal yang sangat sensitif di wilayah Timbul Tenggelam. Isu ini dapat digunakan untuk membuat negara ini auto selfdestruction, yaitu isu AGAMA.

Rakyat di Timbul Tenggelam sangat taat beragama. Dengan demikian, jika ada hal-hal destruktif dengan mengatasnamakan agama, pasti banyak pihak yang setuju. Begitulah pemikiran Paiman.

Dibuatlah tentara SUMUK yg berkedok menegakkan agama di wilayah sumber minyak. Sangat mudah mencari laskar pengikut SUMUK ini karena penduduk di wilayah Timbul Tenggelam sangat loyal terhadap agama mereka. Tak peduli negara akan hancur, yang penting agama harus ditegakkan di wilayah ini.

Daerah yg penduduknya sudah taat beragama, akan ditegakkan pemerintahan berdasarkan agama oleh sekelompok tentara. Dari sini seharusnya mereka sudah curiga. Namun, karena pengabdian yang luar biasa terhadap agamanya, hal ini mungkin tak pernah terpikirkan oleh mereka.

Kota-kota utama di Timbul Tenggelam dihancurkan oleh tentara SUMUK buatan Paiman. Negara-negara ini harus dilumpuhkan sehingga mereka sudah tak berdaya lagi untuk hidup dan akan menghiba bantuan kepada Paiman. Harapannya, mereka akan diberikan bantuan uang untuk membangun wilayahnya yang sudah hancur dengan syarat harus menyerahkan minyaknya kepada negara Paiman.


Ada satu negara korban yang telah selamat untuk sementara waktu dari kehancuran akibat praktik lintah minyak ini. Nama negaranya Indahsenia. Dulu negara ini kaya akan minyak. Salah satu eksportir minyak dunia.

Negara ini sangat heterogen agama dan sukunya, potensi yang besar sekali dihancurkan dengan metode auto selfdestruction. Namun tak semudah yang dibayangkan. Masyarakat di negara ini mempunyai rasa kekeluargaan sangat tinggi dan juga cinta perdamaian. Apalagi negara ini baru saja merdeka di tahun tersebut, persatuannya lumayan kuat untuk membangun negerinya, sehingga susah sekali diadu domba.

Waktu itu, di tahun 1960-an, ada beberapa kekuatan politik yang sangat besar, salah satunya adalah partai beraliran Kolumnis. Jika Indahsenia jatuh ke partai Kolumnis, maka akan susah bagi Paiman mendekati negara ini karena Indahsenia akan lebih dekat ke negara-negara kolumnis lainnya yang notabene adalah musuh besar negara Paiman. Jika susah didekati, maka hilang sudah kesempatan meraih pundi-pundi minyak Indahsenia.

Diaturlah strategi untuk menghancurkan kolumnis, tentu saja dengan isu yang sangat sensitif di negara Indahsenia, yaitu agama dan kesukuan. Mengaitkan kolumnis dengan kesukuan sepertinya agak mengkhawatirkan karena dapat mengakibatkan Indahsenia terpecah menjadi berkeping-keping, yang tentu saja malah dapat menggagalkan rencana negara Paiman memanen minyak di Indahsenia. Akan terdapat terlalu banyak pemerintah dari pecahan Indahsenia yang harus dilobi. Jika hanya satu pemerintah saja yang bisa dilobi, tentu saja akan memuluskan jalan menuju minyak.

Baca juga  Mbok Ginem Ingkar Janji

Maka dibuatlah propaganda kolumnis adalah atheis. Padahal, paham kolumnis yang sebenarnya adalah paham di mana pemerintah memiliki hak kepemilikan yang harusnya bisa dimiliki secara pribadi oleh rakyatnya. Dengan demikian, partai kolumnis akan sangat dibenci oleh rakyat Indahsenia. Rakyat dibuat alergi terhadap kolumnis karena tidak sesuai dengan agama. Padahal anggota kolumnis sendiri banyak yang masih mempunyai agama.

Dilobilah jenderal yang sangat kuat waktu itu untuk memberantas kolumnis, namanya Mbah Jiman. Segala kisah fitnah kejam ditujukan ke anggota partai kolumnis sehingga jika mereka dihabisi pun rakyat akan maklum karena kolumnis dapat mengkafirkan negara. Kisah pembunuhan dan gerakan separatis diciptakan seolah-olah yang melakukan adalah anggota kolumnis. Di mata masyarakat waktu itu, kolumnis adalah aliran yang brutal dan keji. Mbah Jiman sangat sukses menjalankan misi ini. Propaganda antikolumnis selalu didengung-dengungkan sehingga rakyat Indahsenia sangat membenci paham kolumnis hingga kini.

Semua anggota aktif kolumnis dibunuh. Anggota aktif ini dianggap dapat menjegal rencana Paiman dan Mbah Jiman. Anggota kolumnis yang pasif beserta keturunannya tidak mendapatkan hak untuk menduduki pegawai pemerintahan karena dikawatirkan akan menggagalkan rencana Paiman dan Mbah Jiman.

Strategi Paiman dan Mbah Jiman berhasil. Seperti perjanjian di awal, Paiman mendapat jatah minyak dan tembaga. Mbah Jiman mendapatkan jaminan untuk berkuasa seumur hidup di Indahsenia dan mendapatkan bantuan keamanan dari Paiman jika terjadi gerakan separatis.D an dipanenlah minyak dan segala isi perut bumi Indahsenia untuk kepentingan Paiman.

Waktu pun berlalu. Cadangan minyak Indahsenia kini sudah tak mampu lagi untuk diekspor. Bahkan, digunakan untuk kebutuhan rakyatnya sendiri pun tidak cukup. Kini, Indahsenia justru menjadi negara importir minyak. Rakyatnya sendiri masih jauh dari kata sejahtera. Tragis memang.

Karena Indahsenia sudah tidak mampu lagi memberi minyak, Paiman melepaskan Mbah Jiman bergerak seorang diri mengurus Indahsenia. Paiman lebih fokus mengurusi tentara SUMUK di kawasan Timbul Tenggelam untuk saat ini. Kawasan tersebut lebih memberikan banyak minyak dibanding Indahsenia.

Mbah Jiman pun menjadi lemah. Rakyat yang sudah tau praktik korup yang dilakukannya selama ini, akhirnya memberontak. Gerakan people power di Indahsenia akhirnya bisa menggulingkan Mbah Jiman dari kursi pemerintahan.

Paiman memang sudah tidak peduli dengan Mbah Jiman maupun Indahsenia semenjak minyaknya sudah terkuras habis. Paiman lebih memikirkan mencari ladang minyak yang baru. Bagaimana dengan tembaga? “Ah, ada tak ada tembaga, negara kita masih bisa hidup. Paling uang kita berkurang. Tapi jika tak ada minyak, tamatlah negara kita!”.

Walaupun untuk saat ini Paiman sudah tidak peduli dengan tembaga yang dikeruk dari bumi Indahsenia, bukan berarti Paiman melepas begitu saja harta karun tersebut. Dibuatlah miniatur tentara SUMUK di Indahsenia.

Baca juga  Mbok Ginem Ingkar Janji

Membuat tentara SUMUK yang sebenarnya sangat susah di Indahsenia. Selain kultur masyarakat yang kekeluargaan dan cinta damai, juga kondisi geografis berpulau-pulau akan menyusahkan pergerakan tentara SUMUK di Indahsenia. Jika auto selfdestruction dengan kekuatan besar susah dilakukan, maka strateginya adalah dengan slow auto selfdestruction dengan menggunakan virus-virus kecil.

Ya, virus. Walaupun ukurannya sangat kecil, daya hancurnya sungguh luar biasa merubuhkan tubuh raksasa. Namun, virus ini butuh kelengahan dari tubuh itu untuk menguasai sistem kekebalan sehingga tubuh itu sendiri akan melakukan auto selfdestruction.

Sekali lagi, bagian tubuh besar Indahsenia yang paling sensitif adalah agama dan kesukuan. Jika dua hal ini rusak, maka badan pun juga akan rusak. Beberapa kali miniatur SUMUK berusaha menghancurkan dengan mengatasnamakan kesukuan, namun gagal. Suku-suku Indahsenia sudah lumayan melebur.

Menengok keberhasilan di tahun 1960-an yang bekerja sama dengan Mbah Jiman, isu agama sepertinya akan lebih memuluskan jalan. Dibuatlah laskar-laskar miniatur SUMUK ini dengan mengatasnamakan agama melawan pemerintah. Tak hanya rakyat yang berbeda agama yang mereka perangi, juga rakyat yang seagama namun tidak sejalan dengan pemikiran mereka pun akan mereka rusuhi. Masyarakat di Indahsenia mulai terpecah: ada yang mendukung miniatur SUMUK, ada yang menentangnya. Yang mendukung miniatur SUMUK berpendapat bahwa sah bagi miniatur SUMUK menegakkan agamanya di wilayah Indahsenia. Yang menolak kehadiran miniatur SUMUK berpendapat bahwa leluhur mereka sudah menentukan bahwa dasar negara mereka adalah satu kesatuan yang utuh tanpa membeda-bedakan agama dan suku. Juga, mereka menolak miniatur SUMUK karena bergerak dengan cara anarkis!

Massa pendukung  SUMUK dan penolak miniatur SUMUK ini sama kuatnya.  Dua kekuatan yang sangat kuat tentu saja akan saling bersaing menunjukkan taringnya, siapa yang lebih kuat. Indahsenia kini mulai goyah. Tak ada lagi persatuan seperti dulu. Yang ada sekarang adalah rasa saling curiga masing-masing pihak akan menyerang pihak lainnya. Insecure.

Pelan namun pasti, Indahsenia mengalami auto selfdestruction. Rakyatnya yang dulu pernah melebur, kini terbagi menjadi beberapa kelompok. Sinergi yang menjadi kekuatan Indahsenia kian lama kian memudar. Pucat.

Di saat tubuhnya menjadi lemah tak berdaya, datanglah ‘dokter’ yang akan mengobati Indahsenia. Dokter ini mempunyai kecerdasan yang luar biasa dalam mengobati pasien. Tentu saja ada harga mahal yang harus dibayar untuk membayar pengobatan ini. Bukan lagi minyak tentu saja sebagai bayarannya, karena Indahsenia sudah tidak memilikinya lagi. Namun kedaulatan. Kedaulatan negara harus diserahkan ke dokter tersebut sebagai jaminan. Ya, nama dokter tersebut adalah Paiman.

Disclaimer: kisah ini hanya fiksi belaka.

LEAVE A REPLY